Transformasi dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menyelenggarakan Unhas Career Expo 2026, sebuah forum yang mempertemukan mahasiswa dan alumni dengan dunia usaha dan dunia industri untuk memperkuat konektivitas lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di JK Arenatorium Universitas Hasanuddin ini menghadirkan 19 perusahaan dan institusi dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, pertambangan, manufaktur, konstruksi, jasa, hingga pendidikan. Rangkaian kegiatan meliputi Career Fair, Walk in Interview, Scholarship Exhibition, dan Seminar Karier, yang dirancang untuk memperluas akses peserta terhadap peluang kerja, pengembangan kompetensi, serta studi lanjut.
Perusahaan dan institusi yang berpartisipasi meliputi PT Bank Tabungan Negara (BTN), Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), PT Pegadaian, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Danamon, Wings Group, PT Serba Mulia Group, Biznet, Koperasi Nusantara, BFI Finance, PT Golqi Sukses Mulia, Universitas Ciputra (UC), BINUS University Online, PT Obsidian Stainless Steel (XMXYG IOSS), PT Propan Jaya Tbk, PT Leong Hup Jayaindo, PT Mitra Utama Madani (MUM), PT Natural Persada Mandiri, dan PT Inti Lazuna Group. Selain itu, Scholarship Exhibition menghadirkan tiga lembaga penyedia informasi beasiswa, yakni EducationUSA, Mata Garuda Sulawesi Selatan, dan Schoters, yang memberikan konsultasi mengenai peluang studi lanjut dan beasiswa di dalam maupun luar negeri.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., pada Rabu (15/7). Dalam sambutannya, Prof. Ruslin menegaskan bahwa dunia industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan perusahaan.
“Industri membutuhkan lulusan yang mampu membangun dan memajukan perusahaan. Kehadiran 19 mitra industri pada Unhas Career Expo 2026 merupakan peluang yang sangat baik bagi mahasiswa dan alumni Universitas Hasanuddin untuk menunjukkan kualitas terbaik yang mereka miliki. Perusahaan-perusahaan ini datang dengan harapan memperoleh lulusan terbaik yang siap berkontribusi sejak hari pertama,” ujar Prof. Ruslin.
Ia menambahkan bahwa kemampuan bahasa Inggris masih menjadi salah satu kompetensi yang perlu terus diperkuat oleh lulusan perguruan tinggi. Karena itu, Universitas Hasanuddin terus mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bekal bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Prof. Ruslin juga menyoroti pentingnya resilience atau daya lenting sebagai karakter yang perlu dimiliki Generasi Z ketika memasuki dunia kerja. Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, menghadapi tantangan, serta kemauan untuk terus belajar merupakan bekal penting dalam membangun karier profesional yang berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Prof. Ruslin mengajak seluruh peserta memanfaatkan Unhas Career Expo sebagai ruang untuk membangun jejaring profesional dan mengenal lebih dekat kebutuhan dunia industri. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Bangun komunikasi dengan perusahaan, tunjukkan kompetensi yang dimiliki, dan jadikan Career Expo sebagai langkah awal membangun karier profesional. Atas nama Universitas Hasanuddin, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh 19 perusahaan dan mitra yang telah berkolaborasi serta mempercayai Unhas sebagai mitra dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tutupnya.
Melalui penyelenggaraan Unhas Career Expo 2026, Universitas Hasanuddin terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi antara kampus dan dunia industri. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus mendukung penyediaan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.